Penerapan pendidikan
karakter dalam perkuliahan memerlukan perencanaan yang terpadu. Upaya seperti
mentoring dan evaluasinya pun harus sudah disiapkan dengan baik. Pendidikan
karakter tidak cukup hanya dengan cara langsung berupa indiktrinasi karena
nilai-nilainya hanya akan dihafalkan tetapi tidak diamalkan. Perlu adanya
kesadaran dari diri sendiri untuk dapat membangun karakter yang baik dan
bermartabat. Marten (2004:58) mengusulkan strategi pembelajaran
karakter yang efektif, yakni harus dilakukan secara lebih konkret. Ada tiga
tahapan yang perlu dilakukan dalam pembelajaran karakter, yakni:
· Identifikasi nilai
Identifikasi nilai terkait dengan
nilai-nilai moral yang harus dimiliki oleh setiap individu. Ada kalannya di
dalam lingkungan masyarakat sejumlah nilai antara masyarakat satu dengan yang
lainnya berbeda maka untuk mengurangi kesalahpahaman perlu diidentifikasi dulu
nilai-nilai yang berlaku.
·
Pembelajaran
nilai
Setelah proses identifikasi nilai
dilakukan, nilai tersebut kemudian ditanamkan kepada mahasiswa dengan langkah
langkah sebagai berikut : menciptakan lingkungan yang memungkinkan nilai-nilai
moral tersebut diterapkan, adanya keteladanan atau model perilaku moral,
menyusun kode etik berperilaku baik, menjelaskan dan mendiskusikan perilaku
bermoral.
·
Penerapan
Nilai
Ada dua model yang diterapkan.
Pertama, membentuk kebiasaan rutin yang bermuatan pada nilai-nilai moral yang
telah diidentifikasi. Kedua, memberikan reward kepada mahasiswa yang
menampilkan perilaku yang mengandung nilai-nilai moral.
Sumber :
Klaus, Peggy. (2012).Jangan Anggap Sepele Soft skills. Jakarta : Libri.
Sumber :
Winarni,
Sri. Februari 2013. “Integrasi Pendidikan Karakter dalam Perkuliahan”. Jurnal
Pendidikan Karakter. Tahun III, Nomor 1
Klaus, Peggy. (2012).Jangan Anggap Sepele Soft skills. Jakarta : Libri.

Nice post! Kalo bisa ada follow button nya ya ;)
BalasHapusBagus, kalo bisa ada widget tambahannya :)biar lebih menarik
BalasHapus